RAHASIA HERBAL DIBALIK BIOLIFE 8 ANTI VIRUS , ANTI KANKER , ANTI INFLAMASI YANG LUARBIASA

 

1. DAUN KELOR

Banyak yang bilang bahwa pohon kelor adalah pohon ajaib atau ‘miracle tree’. Terutama di bagian daunnya, punya manfaat apa saja sih daun ini?

“Sebagaimana kelompok sayuran maka daun kelor kaya vitamin, mineral, serat dan fitokimia. Dan kandungan vitamin dan mineralnya dibanding sayuran lain pada umumnya lebih tinggi,”

Apa lagi kandungan nutrisi berserta manfaatnya?

1. Vitamin A dan C

Daun kelor kaya akan vitamin. Ahli pangan dari Universitas Sahid Jakarta, Prof dr Hardinsyah, MS menyebut ada vitamin A dan C di dalamnya. “Vitamin A bagus untuk imunitas. Vitamin C bagus untuk imunitas juga bagus untuk kulit,” ujarnya.

Menurut sebuah penelitian, vitamin A di daun kelor empat kali lebih tinggi daripada wortel dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk. Dengan kandungan yang bisa menangkal radikal bebas tersebut, stres oksidatif juga bisa dikurangi.

Baca juga: Daun Kelor Disinggung Menkes untuk Gizi Buruk Asmat, Apa Sih Kandungannya?

2. Flavonoid dan fitosterol

Flavonoid dan fitosterol adalah senyawa yang kerap terkandung dalma tumbuhan yang dibuat sebagai obat. Menurut Rita, daun kelor yang kaya flavonoid bermanfaat untuk menangkal diabetes. Sedangkan fitosterol di dalamnya bermanfaat untuk antikolesterol.

3. Kalsium

Siapa bilang kalsium hanya ada di susu? Ternyata di daun kelor pun ada. Kalsium sangat bermanfaat untuk pemeliharaan kesehatan tulang dan gigi, serta membantu mencegah osteoporosis. Kalsium juga bermanfaat untuk mengaktifkan beberapa enzim dan hormon yang mengatur pencernaan dan metabolisme lemak.

4. Potasium dan kalium

Daun kelor juga mengandung potasium dan kalium yang keduanya sangat baik untuk kesehatan tekanan darah seseorang. Kalium untuk memelihara tekanan darah dalam kondisi normal, dan potasium berfungsi untuk menurunkan tekanan darah.

5. Efek laktagogum

Menurut Rita, daun kelor juga mengandung efek laktagogum. Yaitu zat yang dapat meningkatkan dan melancarkan produksi ASI sama seperti daun katuk. Maka ibu menyusui sangat bagus mengonsumsi daun ini.

6. Zat besi

Tak kalah penting, daun kelor ini juga kaya akan zat besi. Zat besi adalah gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menghasilkan darah dan daun kelor mampu memenuhi kebutuhan itu. Maka dari itu daun kelor sangat bermanfaat untuk mencegah anemia, yaitu berkurangnya kandungan hemoglobin dalam darah.

Selain mengandung zat besi tinggi, daun kelor dijelaskan oleh studi sebelumnya juga memiliki vitamin A empat kali lebih tinggi daripada wortel dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk. Dengan kandungan yang bisa menangkal radikal bebas tersebut, stres oksidatif juga bisa dikurangi.

“Ekstrak daun kelor itu bisa mencegah anemia, kerusakan dna, dan berat badan lahir rendah

2. DAUN SIRSAK

Manfaat daun sirsak memang banyak sekali, terutama untuk kesehatan tubuh. Apalagi ketika sebuah penelitian mulai membuktikan bahwa manfaat daun sirsak dapat melawan penyakit yang sangat berbahaya seperti kanker.

kenali lebih dalam dan detil bagaimana daun sirsak dapat bermanfaat bagi kesehatan dengan mengenal zat-zat aktif yang terdapat di dalamnya. Daun sirsak memilki sejumlah zat aktif yang biasa digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Beberapa zat aktif yang ada pada daun sirsak diantaranya adalah berikut ini.

 

Acetogenin

Studi yang dilakukan oleh Dr. Jerry McLaughlin dari Purdue University, Amerika Serikat menemukan adanya kandungan acetogenin pada daun sirsak. Zat tersebut bersifat antikanker yang sangat kuat.

Acetogenin adalah kumpulan senyawa aktif yang memiliki aktivitas sitotoksik di dalam tubuh dengan cara menghambat transport ATP (adenosina trifosfat) atau energi yang dibutuhkan sel kanker untuk berkembang. Acetogenin masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Produksi energi di dalam sel kanker atau tumor pun akan berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Acetogenin juga menghambat oksidasi ubiquinone, sebuah enzim yang khas pada membran plasma sel kanker.

Acetogenin mampu mengobati dan menyembuhkan pasien yang mengidap kanker. Acetogenin pada sirsak sangat kuat dengan kekuatan melawan sel kanker 10.000 kali lebih kuat dari adriamycin. Acetogenin menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus menghambat perkembangan sel tumor yang resisten terhadap obat kemoterapi adriamycin. Tidak seperti obat-obat yang dipakai dalam kemoterapi, zat ini sangat selektif dan hanya akan menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP, sehingga tidak menyebabkan efek samping, seperti rambut rontok, kulit kering, dan sebagainya.

Adriamycin

Manfaat daun sirsak sebagai obat anti kanker bekerja seperti obat kemoterapi, yaitu adriamycin. Seperti dikutip dari The Gale Encyclopedia of Cancer 2nd, adriamycin mengandung senyawa antikanker doxorubicin. Senyawa ini mampu menghambat aktivitas pembelahan DNA pada sel kanker, sehingga sel kanker sulit untuk tumbuh dan berkembang. Adriamycin juga dapat memberikan perlindungan terhadap sistem imun serta menghindari infeksi mematikan pada tubuh.

 

Antioksidan

Selain sebagai obat antikanker, daun sirsak juga bermanfaat melindungi tubuh dari bahaya kesehatan lainnya. dr.Hardhi selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia ( PDHMI) menyatakan sirsak kaya akan kandungan antioksidan karena di dalamnya terkandung senyawa polifenol, saponin, dan bioflavonoid. Antioksidan berguna untuk melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas dan bahaya penyakit yang mengintai tubuh setiap saat.

3. Kulit manggis

Khasiat Xanton
Dalam tubuh manusia xanton berfungsi sebagai
antioksidan, antiproliferasi, anti-inflamasi, dan
antimikrobial. Xanton adalah antioksidan kuat, yang
sangat dibutuhkan untuk penyeimbang pro-oxidant di
dalam tubuh dan lingkungan, yang dikenal sebagai radikal
bebas. Sejumlah peneliti menjelaskan, kulit manggis
matang mengandung polyhydroxyxanton, yang
merupakan derivat mangostin dan ß-mangostin, yang
berfungsi sebagai antioksoidan, antibakteri, antitumor,
dan antikanker. Sifat antioksidan xanton melebihi vitamin
E dan vitamin C, yang selama ini terkenal sebagai
antioksidan tingkat tinggi.
Hasil penelitian Martin (1980) menyatakan sifat
antioksidan zat yang terdapat pada kulit manggis itu jauh
lebih efektif jika dibandingkan dengan antioksidan pada
buah rambutan dan durian. Sementara Martin dan
Kanchanapoom (1998), Nakasone (1998), serta Paul
(1998) menyatakan bahwa kulit buah manggis juga dapat
digunakan sebagai obat. Nakatani et al. (2002)
menyatakan bahwa dari hasil penelitiannya dengan sel
tikus bahwa 5 mikrogram gamma-mangostin mampu
menghentikan inflamasi dengan cara menghambat
produksi enzim cyclooxygenase -2 yang menyebabkan
inflamasi. Bahkan, gamma-mangostin mempunyai efek
anti-inflamasi yang lebih baik dari obat anti-inflamsi di
pasaran. Matsumo et al. ( 2003) dari Institut Internasional
Bioteknologi Gifu menyatakan bahwa 10 mikron/ml alfa￾mangostin yang diisolasi dari kulit buah manggis mampu
menghambat sel leukimia HL-60 pada manusia.
Pada tahun 2002, para ilmuwan The National
Research Institute of Chinese Medicine di Taiwan berhasil
menemukan khasiat garcinone E (derivat xanton) yang
sangat efektif untuk menghambat kanker hati, kanker
lambung, dan kanker paru. Khasiat garcinone E jauh
lebih efektif untuk menghambat sel kanker bila
dibandingkan dengan obat kanker seperti flauraucil,
cisplatin, vincristin, metohotrexete, dan mitoxiantrone.
Menurut Moongkarndi (2004) bahwa pericarp buah
manggis dengan ekstrak kasar metanol efektif melawan

kanker payudara. Ekstrak itu memberikan efek
antiproliferasi yang dikaitkan dengan apoptosis pada lini
sel kanker payudara dengan penentuan perubahan
morfologi dan fragmen DNA oligonucleosomal.
Jiang (2004) dan Nakatani (2002) mengatakan
bahwa xanton dapat digunakan sebagai obat penyakit
jantung dan penurun lipopolisakarida. Sebagai
antimikrobial, kemampuan xanton telah diuji oleh
Suksamrarn (2003). Pemberian 6,25 mikrogram/ml derivat
xanton alpha-mangostin, beta-mangostin, dan B￾garcinone dapat menghambat bakteri TBC.
Xanton sebagai Antioksidan
Dalam proses metabolisme tubuh, terjadi reaksi
oksidasi dan reduksi sehingga terbentuk radikal bebas
yang bersifat oksidator dengan oksigen yang reaktif.
Karena kereaktifannya, radikal bebas itu akan
mengoksidasi zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh,
sehingga menyebabkan sejumlah jaringan tubuh rusak.
Contohnya, kulit jadi keriput karena kehilangan elastisitas
kolagen serta ototnya. Lalu muncul bintik-bintik berupa
pigmen kecokelatan atau flek pada kulit. Juga dapat
muncul kepikunan, parkinson, atau alzheimer karena
dinding sel saraf yang terdiri atas asam lemak tak jenuh
ganda merupakan sasaran empuk radikal bebas.
Oleh karena mudah teroksidasi, radikal bebas,
dalam hal ini radikal peroksil (ROO) akan mengoksidasi
xanton dengan cepat, sehingga radikal peroksil itu akan
berubah menjadi R-H. Perubahan itu terjadi karena
molekul oksigen direduksi oleh garsinon B sebagai derivat
xanton. Reaksinya dapat menghambat radikal bebas
dari berbagai jenis. Oksigen reaktif dari beberapa contoh
radikal bebas, seperti H3C (carbon-centered), R, R2NO
(nitrogen-centered), RO, H3COO (O2-centered), atau
ROO, dapat dihilangkan oleh xanton jenis garcinon B
atau parvixanton dalam proses oksidasi, sehingga
senyawa bermanfaat dapat berfungsi.
Dalam reaksi xanton dengan radikal bebas itu, R
berubah jadi RH, dan reaksi akan membuat molekul A
menjadi tidak aktif. Demikian juga RO. Dengan adanya
xanton (garcinon B atau parvixanton-1), posisi A diganti
sehingga reaksi berubah menjadi ROH, yang dapat
menjaga zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh menjadi
berfungsi dengan baik untuk menjaga kesehatan. Hal
yang sama juga terjadi pada ROO, yang dalam
proses reaksi itu berubah menjadi ROOH.
Xanton sebagai Anti-Inflamasi
Zat anti-inflamasi dapat mencegah peradangan
oleh sel kanker atau tumor. Martin (1980), Kanchanapoom
(1998), serta Nakasone dan Paul (1998) menyatakan,
kulit buah manggis dapat digunakan sebagai pencegah
dan pengobat kanker. Penelitian Nakatani pada tahun
2002 dari Departemen Farmasi Universitas Tohoku,
Jepang, menunjukkan, pemberian 5 microgram gamma￾mangostin kepada 5 ekor tikus mampu menghentikan
inflamasi dengan menghambat produksi enzym
cyclooxygenase -2 (COX-2) penyebab inflamasi. Gamma￾mangostin mempunyai efek anti-inflamasi yang lebih
baik daripada obat anti-inflamsi yang dijual di pasaran.
Matsumo (2003) menyatakan bahwa 10 mikron/ ml
alpha-mangostin yang diisolasi dari kulit manggis mampu
menghambat sel leukemia HL-60 pada manusia.
Xanton Sebagai Antiaging
Menurut Paramawati (Trubus Mei 2009),
mengonsumsi xanton 30 hari berturut-turut dapat
membuat wajah terlihat lebih muda. Cahyana (2005)
menyatakan, xanton dapat berfungsi sebagai antiaging
karena dapat menghalangi teroksidasinya vitamin dan
asam lemak tak jenuh ganda (yang merupakan penyusun
dinding sel saraf) oleh radikal bebas. Hal ini akan
menghambat kerusakan jaringan sel yang menyebabkan
kulit keriput karena kehilangan elastisitas kolagen dan
ototnya, serta menghambat bintik pigmen berupa flek￾flek.
Xanton sebagai Antikanker
Penelitian Moongkarndi (2004) di Mahindon
University, Thailand, menunjukkan, pericarp buah
manggis dengan ekstrak kasar metanol (CME) efektif
melawan kanker payudara manusia SKBR3. SKBR3
adalah sel yang dikultur dengan berbagai konsentrasi,
mulai dari 0–50 mikrogram per ml selama 48 jam. CME
dapat menghambat perkembangan sel kanker pada
konsentrasi dengan ED (50) sebesar 9,25+/-0,64
mikrogram/ml. Ekstrak dengan CME memberikan efek
antiproliferatif yang dikaitkan dengan apoptosis pada
lini sel kanker payudara dengan penentuan perubahan
morfologi dan fragmen DNA oligonukleosomal………….
Perubahan struktur DNA disebabkan radikal bebas
mengambil elekrondari sel tubuh, sehingga timbul sel-WAWASAN
sel mutan. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun￾tahun, akan muncul kanker. Tubuh manusia dapat
menghasilkan, tetapi jumlahnya kerap sekali tidak cukup
untuk menetralkan radikal bebas yang masuk. Oleh
karena itu manusia disarankan mengonsumsi xanton.
Xanton sebagai Penurun Gula Darah
Xanton mampu menurunkan gula darah penderita
diabetes melitus. Meskipun belum dilakukan sesuai
dengan prosedur operasi standar penelitian, berdasarkan
pengujian yang dilakukan di lapangan oleh seorang
dokter di Jakarta terhadap tujuh pasien diabetes selama
10 hari mengonsumsi ekstrak kulit buah manggis, terbukti
ekstrak itu mampu menurunkan gula darah. Setelah
mengonsumsi ekstrak, kadar gula rata-rata 7 pasien itu
turun dari 205,0 ke 119,86 mg/dl (Kasma Iswari:23)…………
Tabel 2. Hasil Uji Gula Darah Puasa dan Dua Jam Postprandial
terhadap Pasien yang Mengonsumsi Produk Ekstrak Kulit Buah
Manggis
sebelum
178
184
681
86
137
88
81
sesudah
126
127
187
94
137
88
80
sebelum
413
253
786
218
165
99
77
sesudah
261
215
509
302
165
98
79
Gula Darah 2 Jam PP*
(mg/dl)
Gula Darah Puasa
(mg/dl)
Tn. A
Tn. E
Ny. E
Ny. R
Ny. R
Ny. T
Ny. Y
No. Nama
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Keterangan: *PP = Postprandial (setelah makan)
Bervariasinya penurunan itu disebabkan berbedanya
kadar gula awal dan respons sistem metabolisme tubuh
pasien terhadap ekstrak yang diberikan.
Xanton juga dapat mencegah kebutaan akibat
diabetes. Gangguan di retina mata yang diakibatkan
komplikasi diabetes dapat berujung pada kebutaan
permanen. Hal ini sesuai dengan pendapat Gitalisa
Andayani (2005) dari Divisi Retina Departemen Mata
Fakultas Kedokteran UI dan Jakarta Eye Center bahwa:
“Komplikasi diabetes, antara lain, adalah timbulnya kelainan pada
retina. Makin lama seseorang menderita diabetes, makin besar
peluangnya untuk mengalami kelainan retina atau retinopati
diabetik. Pengidap diabetes yang kurang dari lima tahun berisiko
mengalami retinopati sekitar 13 persen, dan pengidap 10-15 tahun
berisiko 50-90 persen,”………………………..
seorang dokter di Jakarta menunjukkan bahwa kolesterol
rata-rata tujuh pasiennya 201,85 mg/dl sebelum
mengonsumsi ekstrak kulit buah manggis berubah
menjadi 176,86 setelah mengonsumsinya. Rujukannya
<200. Dalam hal ini, ekstrak xantonitu telah menormalkan
kadar kolesterol pasien. Pengaruh xanton itu terlihat
semakin nyata pada penurunan trigliserida dimana
sebelum mengonsumsi ekstrak itu, trigliserida rata-rata
mereka 245,43, tapi setelah mengonsumsinya menjadi
112,29. Rujukannya <150 mg/dl (Kasma Iswari,2011:24).
Kemampuan xanton menurunkan trigliserida
menandakan bahwa zat itu mampu mencegah penyakit
jantung karena trigliserida merupakan lipid yang
berpengaruh terhadap kinerja jantung. Kandungan
trigliserida yang tinggi disebut hipertrigliseridemia, memiliki
kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung
koroner, khususnya pada mereka yang menderita problem
kesehatan lain.

4. TEMULAWAK

Temulawak terkenal karena kandungan kurkumin yang memang membawa banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Namun, tanaman rimpang ini juga terbukti memiliki kandungan lain yang sama baiknya, seperti zat tepung dan minyak atsiri, yang dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta bersifat antiinflamasi.

Minyak atsiri pada temulawak sendiri terdiri atas zat-zat seperti d-kamfer, siklo isoren, mirsen, tumerol, xanthorrhizol, zingiberen, dan zingeberol.

Temulawak juga mengandung serat kasar, abu, protein, dan mineral meski dalam jumlah yang lebih sedikit.

Semoga informasi ini berguna bagi Bagi Sahabat RNR 8 .

SALAM HORMAT

ROMO ANDRI
BIOLIFE 8

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *